BERIKUT ADALAH 5 REMPAH REMPAH KHAS INDONESIA
Sebagai negara tropis, Indonesia dianugerahi tanah subur yang ditumbuhi berbagai macam tanaman yang syarat dengan sejuta manfaat, salah satunya rempah-rempah.  Rempah-rempah merupakan bagian tumbuhan yang beraroma dan berasa kuat. Jenis rempah yang dimiliki Indonesia pun cukup beragam.
Secara umum bagi masyarakat pribumi, rempah-rempah digunakan dalam tiga cara, yakni sebagai pemberi rasa (perisa), pengawet dan sebagai obat tradisional. Tanaman rempah telah dikenal sejak dulu kala telah dikenal sebagai komoditas bernilai tinggi.
Rempah juga merupakan barang yang sangat dicari pada zaman pra kolonial, karena dulunya digunakan sebagai obat mujarab beberapa penyakit kronis, namun setelah dunia kedokteran maju, pemanfaatannya secara langsung mulai berkurang.

Saat ini, rempah-rempah Indonesia banyak digunakan sebagai  produk obat tradisional, produk kecantikan, farmasi, bumbu masakan, parfum, sabun dan masih banyak lagi. Indonesia dikenal oleh negara lain sebagai produsen tanaman rempah dengan kualitas terbaik.

 Jenis Rempah-rempah dan Bumbu Masak Khas Indonesia

Salah satu ciri masakan Indonesia ialah banyaknya rempah-rempah yang terkandung didalamnya. Sebut saja rendang, masakan dari sumatera barat ini menggunakan kurang lebih 15 rempah dan bumbu, mulai dari jintan, pala, ketumbar, kunyit, daun kunyit, daun jeruk purut, daun serai, lengkuas, jahe, cabe merah keriting, cabe merah besar, bawang putih, bawang merah, kemiri, dan asam kandis. Berikut jenis rempah dan bumbu yang dapat ditemui di Indonesia.
1. Cengkeh

cengkeh
Cengkeh, hellosehat.com
Cengkeh atau cengkih (Syzygium aromaticum) merupakan bagian kuncup bunga dari keluarga pohon jambu jambuan (Myrtaceae). Cengkeh termasuk jenis rempah asli Indonesia yang sejak dulu sangat dicari oleh negara barat karena banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di sejumlah negara Eropa dan bahan pembuatan rokok (rokok kretek).
Berdasarkan morfologinya cengkeh yang ada di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis:
  1. Cengkeh asli maluku, yakni cengkeh berjenis Afo, Tibobo, Tauro, Sibela, Indari, Air mata, Dokiri dan Daun Buntal.
  2. Cengkeh liar, yakni cengkeh berjenis Raja, Amahusu, Haria gunung, dan cengkeh hutan bogor.
  3. Cengkeh budi daya, yakni cengkeh berjenis zanzibar, siputih, sikotok dan ambon.
Cengkeh merupakan salah satu rempah-rempahan yang sering digunakan sebagai agen preservative makanan dan tanaman obat, karena cengkeh memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba, sehingga cengkeh sering digunakan sebagai antiseptis dan antifermentasi. Cengkeh juga dapat digunakan sebagai desinfektan, analgesik dan anestetik pada gigi berlubang.
Saat ini, cengkeh banyak digunakan untuk memproduksi rokok, kosmetik, dan kesehatan. Di dalam negeri, jenis rempah ini memiliki harga jual sekitar Rp. 120 ribu per kilogramnya (untuk cengkeh kering), namun jika dijual ke luar negeri harganya bisa melonjak mencapai setengah juta rupiah perkilogramnya.
Pohon cengkeh merupakan tanaman endemik Provinsi Maluku, terutama di kepulauan Banda. Selain di Indonesia, pohon ini juga tumbuh subur di Madagaskar dan telah dibudidayakan juga di Zanzibar, India dan Sri Langka.
2. Kemiri

kemiri
Kemiri, gambar brilio.net
Kemiri (Aleurites moluccana) merupakan tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Jenis rempah ini masih sekerabat dengan singkong dan termasuk                                                                       dalam keluarga kastub kastuban (Euphorbiaceae).
Dalam perdagangan antarnegara, kimiri dikenal sebagai candleberryindian walnut, atau candlenut. Pohonnya disebut sebagai vanish tree atau kukui nut tree. Minyak yang diekstrak dari bijinya berguna dalam berbagai industri misalnya: pada industri cat sebagai bahan campuran, pada industri kesehatan sebagai campuran penyubur rambut atau bahan pelembap kulit.
Di Indonesia sendiri, daerah penghasil kemiri terbanyak terletak di Provinsi NTT. Harga kemiri kupas dihargai sekitar 40 ribu perkilogramnya. Namun jika sudah diolah, menjadi minyak kemiri maka harga jualnya melonjak menjadi Rp 700 ribu perkilogramnya.
3. Kemukus

kemukus
Kemukus, gambar fumyherbalalam.com
Kemukus (Piper cubeba) merupakan tanaman yang tergolong keluarga sirih sirihan (Piperaceae), yang ditanam untuk diambil buah dan minyak atsirinya. Tanaman endemik Jawa dan Sumatera ini sangat terkenal di dunia sebagai Java pepper atau lada jawa untuk digunakan sebagai rempah bernama black pepper.
Buah kemukus umumnya dipanen sebelum masak kemudian dikeringkan. Kemukus sering dijual dalam bentuk buah kering  yang masih memiliki tangkai, sehingga sering disebut sebagai merica berekor (tailed pepper). Biji kemukus berwarna putih kusam, keras dan berminyak. Kegunaan penting kemukus adalah sebagai penyedap makanan dan sebagai sumber minyak atsiri.
Kemukus biasanya digunakan untuk bahan utama kosmetik, farmasi, obat-obatan, makanan dan parfum. Karena manfaatnya banyak, jenis rempah ini banyak di ekspor keluar negeri seperti ke Eropa, Jepang, dan negara lainnya. Di dalam negeri harganya kisaran 40 ribu perkilogram, namun jika sudah masuk pasar ekspor harganya berkali-kali lipat, apalagi dijual dalam bentuk minyak atau bubuk.
4. Kayu manis

kayu-manis
Kayu manis, gambar okezone.com
Kayu manis (Cinnamomum verum) merupakan jenis rempah yang amat beraroma, manis dan pedas. Tanaman ini termasuk keluarga kamfer-kamferan (Lauraceae) yang banyak digunakan dalam bidang kuliner, misalnya makanan yang dibakar dan minuman panas.
Rempah eksotis ini diperoleh dari kulit pohon kayu manis yang prosesnya dikeringkan. Rempah ini biasanya dijual dalam bentuk gulungan atau bubuk. Di dalam negeri harganya sampai 70 ribu perkilogram dan membengkak jika diekspor ke luar negeri.
Kayu manis juga termasuk salah satu bumbu masakan tertua yang digunakan manusia. Setidaknya, bumbu ini telah digunakan pada peradaban Mesir kuno sekitar 5000 tahun yang lalu dan sempat disinggung dalam beberapa Al Kitab.
Dari segi kesehatan, kayu manis sering dijadikan obat tradisional sebagai suplemen makanan dan penangkal berbagai penyakit. Penggunaan akan sangat bermanfaat jika dicampur madu, dapat mengobati penyakit radang sendi, gangguan kulit, jantung dan perut kembung.
5. Kapulaga

kapulaga
Kapulaga, gambar fimela.com
Kapulaga merupakan jenis rempah yang dihasilkan dari beberapa tanaman bergenus Amomum dan Elettaria dalam keluarga jahe jahean (Zingiberaceae). Kedua genus tanaman ini merupakan tumbuhan endemik beberapa negara Asia selatan dan tenggara, seperti Indonesia, India, Bangladesh, Bhutan, Nepal dan Pakistan.
Biasanya kapulaga digunakan untuk tambahan penyedap rasa, obat tradisional dan industri manufaktur lainnya. Harga kapulaga di dalam negeri berkisar 45 ribu/kg rupiah saja, namun saat di jual ke luar negeri harga kapulaga bisa mencapai 400 ribu rupiah perkilogramnya.
Biji kapulaga berbentuk biji polong kecil, berpenampang irisan segitiga dan berbentuk gelendong kumparan dengan kulit luar yang tipis dan bijinya berwarna hitam kecil. Di Indonesia, jenis rempah ini ada dua macam, yakni kapulaga jawa (Amomum compactum) dan kapulaga india (Elettaria cardamomum). Perlu diketahui, saat ini kapulaga tergolong rempah termahal ketiga di dunia, setelah saffron dan vanilla.



Pelajari lebih lanjut:
https://www.4muda.com/25-jenis-rempah-rempah-dan-bumbu-masak-khas-indonesia/

Komentar